Aku terlahir di sebuah kota kecil yaitu Bojonegoro Propinsi Jawa Timur. Pertama-tama saya disini ingin menceritakan perjalanan cintaku bersama sesosok wanita yang sangat aku cari selama ini, Ari Yulviana itulah namanya. Susah juga untuk mendapatkannya, karena dia termasuk sosok wanita yang menjadi incaran laki-laki, cantik, anggun dan penuh wibawah, dengan tutur sapanya yang halus membuat laki-laki terkagum-kagum.
Pertama kali aku bertemu dia di sebuah Lembaga Pendidikan Komputer yaitu "Airlangga" yang beralamatkan di Sumberrejo-Bojonegoro-Jawa Timur. Boleh di bilang dia adalah termasuk adik kelasku, karena aku masuk di Lembaga itu lebih dulu, dengan sistem pengajaran yang mewajibkan muridnya untuk masuk setiap hari, jadi aku lebih sering bertemu dengannya, itupun dengan waktu yang hampir satu hari penuh.
Kesan pertamaku dulu sama dia sedikit cuek dan dingin banget ma cowok, jadi ya aku harus berfikir dua kali untuk mendekatinya, tapi setelah beberapa bulan kami setiap hari bertemu menjadikan kita menjadi lebih akrab, wah ternyata dia asyik juga ya.....ternyata dia agak tomboi tapi enak di ajak ngomong.
Akhirnya setelah kita dekat dan saling curhat kita pun menjalin sebuah persahabatan, ya lumayan lama juga kita bersahabat, karena dia pun enak untuk jadi tempat curhat apa lagi masalah pacar-pacarku yang dulu, jadi boleh di bilang dia juga tahu mantan-mantanku dan sisi baik dan buruknya aku.
Pada suatu hari aku mendengar dia didekati seorang cowok, ya boleh di bilang lumayan gantenglah, tapi anehnya kenapa dihatiku terasa lain, aku merasa ada suatu yang janggal dalam hatiku, aku cemburu....????apa benar aku cemburu, dia bukan pacarku, dia hanya sahabatku, kenapa aku cemburu?itulah beberapa pertanyaan yang selalu muncul dibenakku setiap ingat dia telah didekati seorang cowok. Ternyata benar kata orang di tengah-tengah suatu persahabatan itu akan muncul cinta, cinta yang tak pernah aku duga, aku mencintainya......biarpun dulu kami sering bilang kalau kami tak kan bisa saling mencintai, ternyata kita kemakan oleh omongan kita sendiri.
Berhari-hari bahkan berbulan-bulan aku simpan cinta ini, aku takut cinta ini tak terbalaskan oleh dia, malah dia akan meninggalkan aku, dihatiku pada waktu itu hanya, bagaimana aku selalu dekat dengannya, karena di sampingnyalah aku selalu mendapatkan kebahagiaan, ketenangan, kasih dan sayang. Suatu hari aku menerima berita kalau dia telah jadian ma cowok yang telah mendekati dia, hancuuuur banget hati ini, sahabat yang aku cintai telah milik orang lain.
Akhirnya aku putuskan untuk pergi meninggalkan dia, aku tak sanggup melihat dia bersama orang lain, Sangatta-Kalimantan Timur itulah tujuanku waktu itu pergi, boleh di bilang cukup jauh juga, karena baru pertama kali juga aku pergi merantau sampai keluar pulau. Dengan hati yang hancur aku melangkahkan kaki meninggalkan dia, tidak ada yang aku beritahu tentang kepergianku, termasuk juga dia.
Satu bulan sudah aku meninggalkan dia, jauh darinya, jauh dari senyumannya. aku kangen banget ma dia.....akhirnya dia tahu juga kalau aku telah pergi jauh darinya, sebenarnya aku ingin memberitahu dia pas dia ulang tahun kalau aku telah pergi, pas ulang tahunnya juga aku pengen sekali mengungkapkan isi hatiku, kalau aku mencitainya, tapi lagi-lagi keberanianku menciut, aku takut ditolak, aku takut dia pergi meninggalkan aku.
Dua bulan setengah aku berada di Kalimantan, tepatnya pada tanggal 1 Pebruari 2008 aku beranikan diri untuk mengungkapkan cintaku padanya, tak kuduga dan tak kusangka ternyata dia menerima cintaku, dia juga udah lama mencitaiku, tanggal itu, malam itu adalah yang terindah dalam hidupku, cintaku terbalaskan. Hari-hariku selalu di hiasi dengan kebahagian ingin sekali aku kembali ke kota asalku, dimana aku bisa bertemu dia dan memeluk erat tubuhnya, rasa kangen ini udah gak bisa ditahan ketika menginjak tanggal 12 Februari 2008 aku putuskan untuk pulang dan lagi-lagi aku tidak bilang ke dia kalau aku ingin pulang, aku ingin memberikan hadiah yang special di hari Valentine dia dengan aku sudah berada di hadapanya dan memeluk tubuh mungilnya.
Tanggl 12 Februari aku berangkat dari kalimantan dan tanggal 13 Februari malam aku dah sampai rumah, dimana pas malam hari Valentine, rasanya aku sudah gak sabar untuk bertemu dia, malam telah berlalu kini pagi pun datang aku sudah berada di kota kelahiranku.
Hari Valentine tepatnya tanggal 14 Februari aku membuat supraise ke dia, aku persembahkan kehadiranku di hari itu rasanya bahagia sekali pertama kali aku melihat kekasihku, yang dulu masih menjadi sahabatku.
Kini kami terlah berada dalam satu kota lagi, hampir setiap hari kami bertemu, tapi kami tak pernah mempunyai rasa bosan, aku pengen selalu ada di dekatnya, di peluknya, mendampinginya selamanya. Perjalanan cinta kami ini membuat sebagian orang iri, iri akan kebersamaan kami, canda dan tawa kami... rasanya hari-hari itu tak pernah terlupakan dalam hatiku.....
Suatu ketika perjalan cinta kami terhalang dengan hadirnya seseorang yang ingin meminangnya, bagai di sambar petir hatiku, orang yang aku cintai ingin di pinang orang.
Hingga pada suatu hari dia datang kepadaku dan dia bilang "kalau tidak ingin kehilangan aku, ngomonglah ke orang tuaku, kalau kamu cinta ma aku". dengan rasa takut kehilangan dia, dan takut menghadapi orang tuanya, aku putuskan tuk beranikan diri bertemu dengan kedua orang tuanya, aku beranikan diri bilang ke orangtuanya kalau suka dia dan minta restunya., tapi entah kenapa hari demi hari, aku selalu menunggu jawaban dari orang tuanya, tapi setelah beberapa bulan jawaban itu tak kunjung tiba, aku kecewa, kenapa dengan diriku? apa memang aku nggak menyakinkan untuk bisa menghidupi dia?beribu pertanyaan terlintas di benakku. Pada saat itu ingin sekali aku menikah dengannya, aku ingin memilikinya sepenuhnya, dan tak ada lagi orang yang dapat menggambil dariku, tapi sayang semua itu hanya mimpi, yang sampai sekarang tak pernah jadi kenyataan.
Ku coba untuk bertahan dan bertahan, akhirnya aku nyerah, aku tak tega melihat kekecewaan yang ada di mata orang tuaku, dan aku putuskan untuk mendekati seorang perempuan yang boleh di bilang dia mirip dengan orang yang sampai sekarang tak bisa aku lupakan Musy Wahyuni, agar dia tahu dan bisa meninggalkanku, jujur aku tak tega bila aku yang harus meninggalkan dia, aku masih sayang dia, aku masih mencitai dia.
Akhirnya hubungan kami pun berakhir, malam itu dia menelpon aku, dia telah mengakhiri hubungan ini, biarpun aku yang menginginkan perpisahan ini, jujur aja setelah dia memutuskan aku, aku baru sadar kalau aku benar-benar kehilangan dia, aku sangat mencitainya...Tuhan salah aku tlah menyakitinya.
Hari demi hari berlalu, sekarang perjalanan hidupku tanda hadirnya lagi...rasa kangen dan rasa bersalah pun selalu menghantuiku, salah telah meninggalkan dan menghianati orang yang begitu sangat-sangat mencintaiku dan rela berkorban untuk orang yang dicintainya. Tak terasa hati ini juga telah jadi seorang pengecut yang tak berani menemuinya, aku telah menjadi pengecut di depan orang yang aku sakiti dan khianati, begitu besarkah kesalahanku hingga nyaliku pun tak mampu menahan malu di depannya...???
Akhirnya setelah beberapa waktu aku selalu menghindar darinya, kita pun bertemu di sebuah acara Lounching Persibo-Bojonegoro di Alun-alun Bojonegoro, wah rasanya begitu indah banget pertemuan pagi itu, rasa kangen dan rindu yang telah bertumpuk-tumpuk dalam dada kita tercurahkan sudah, senyum khas dari bibirnya yang apik yang sampai saat ini masih melekat dalam benakku tak berubah sedikit pun dari dulu.
Taman indah di Alun-alun kota pagi itu menjadi saksi, saksi betapa bahagianya hati kami pada saat itu, kita serasa orang yang baru jadian, rasa sayang dan kangen bercampur bahagia nampak di raut wajah kami.
Tak terasa waktu begitu cepat berjalan, kita pun akhirnya berpisah lagi, kebahagian yang sempat kembali sejenak kini pun pergi seiring dengan langkah kakinya meninggalkan aku di keramaian Alun-alun kota Bojonegoro, rasanya hati ini terasa sangat berat sekali melepas kepergiannya pada waktu itu.
Akhirnya aku pun melangkahkan kaki untuk kembali pulang dengan hati yang masih berbunga-bunga dan bibir yang selalu tersenyum tipis mengenang pertemuan yang sangat begitu indah itu, setelah itu kami pun lama tak bertemu hanya terkadang berkomunikasi lewat pesan singkat di nomer handphonenya yang sampai saat ini masih teringat jelas di benakku. aku merindukan saat-saat itu lagi.....
(udah dulu ya, aku harus gawe dulu coz ya lumayan sibuk nich)
Untuk Ari Yulviana...ataupun semua pembaca blog ini, maaf tulisan ini belum sampai tertutaskan, maaf juga jika tulisannya sangat berantakan, tapi inilah kreasi seorang pemula, yang ingin mempersembahkan blog ini untuk seseorang yang sampai detik ini dan sampai nanti tetap aku cintai dan masih ku harapkan dia selalu hadir dalam hidupku.